Berita Terbaru Property Nyatanya dalam proses negosiasi properti tentu bukan perkara yang mudah bagi sebagian besar orang. Terutama karena transaksi properti merupakan kategori transaksi dengan pengeluaran paling tinggi dibandingkan jenis transaksi lainnya, plus intensitasnya transaksinya tidak sesering membeli baju. Bahkan terkadang hanya sekali dalam seumur hidup. Jadi pasti ada hal-hal yang masih membingungkan setiap kali hendak bertransaksi. Karena itulah tips negosiasi properti penting untuk diketahui. Setidaknya agar kamu sukses mendapatkan rumah impian dengan harga yang tepat. Penjualnya pun tidak merasa tersinggung dengan harga yang kamu tawar.

Dan memang ada jenis properti yang bisa ditawar dan ada juga yang tidak. Misalnya untuk jenis properti rumah pribadi kemungkinan bisa ditawar. Selain bisa menyaring properti mana yang paling sesuai, kamu juga bisa meminimalisir mana properti yang bisa ditawar, mana yang tidak.

Sudah menemukan yang bisa ditawar, perlu kamu ingat juga bahwa proses tawar-menawar juga bukan hal mudah. Walau sudah mendapat potongan harga, tak jarang orang pada akhirnya masih merasa rugi. Karena itu, tawar menawar properti pun ada trik cerdas negosiasi properti , antara lain :

 

Trik Negosiasi Cerdas Dalam Membeli Properti

 

 

1. Tentukan Budget
Mengenai persoalan budget, mungkin hanya kamu dan keluarga yang bisa mengatur. Tetapkan dulu berapa dana yang kamu miliki dan yang siap kamu keluarkan setiap bulan, jika harus menyicil. Jika mendapat harga di atas budget, boleh saja asalkan sesuai dengan kemampuan. Usahakan tetap pada budget awal yang ditentukan.

2. Cari Tau Harga Pasaran Properti yang Kamu Incar
Ini dia pentingnya melakukan survei. Penting bagi pembeli properti untuk mengetahui harga pasar. Lakukan survei di daerah properti yang kamu incar. Cari tau dan bandingkan harga satu properti ke propertilainnya di sekitar lingkungan yang kamu inginkan. Dengan begitu, kamu tau harga rata-ratanya.

Setelah membandingkan dengan cermat, setidaknya kamu tahu patokan harga yang bisa kamu negosiasikan dengan pihak pengembang ataupun penjual perorangan. Setidaknya terlihat cukup berwawasan juga di mata penjual. Jadi kemungkinan untuk rugi terminimalisir, bukan?

3. Jangan Cepat Jatuh Cinta
Atau setidaknya jangan terlalu diperlihatkan kepada penjual. Memang sulit ketika kita menemukan properti yang cantik dan sesuai keinginan, pasti kita menaruh perhatian lebih pada satu properti tersebut. Tetapi sebaiknya kamu jangan terlalu cepat jatuh cinta pada satu properti. Kenapa?

Di mata penjual, jika terlalu kelihatan kamu sangat menyukai properti tersebut, maka penjual akan bertahan pada harga awal yang ia tawarkan. Kalaupun mendapat potongan harga, paling-paling tidak akan terlalu banyak. Karena penjual tau, kamu sangat menginginkan properti yang ia jual.

Alasan kedua, lebih kepada diri sendiri. Jika kita sudah jatuh cinta, seringkali kita tidak bisa berpikir secara logis dan rasional. Sama halnya dengan properti. Kalau sudah terlalu jatuh cinta, kita bisa saja mengesampingkan banyak faktor. Pada akhirnya malah harus membayar harga lebih tinggi.

4. Cari Tau dengan Cermat Segala Biaya Perawatan
Membeli properti bukan hanya masalah harga propertinya saja. Kamu juga harus tahu biaya penanganan dan perawatan di kawasan yang kamu incar. Ini untuk mengukur, apakah kamu mampu menangani cicilan properti dan juga biaya perawatan bulanan.

Jika itu kawasan komplek dan apartemen, cari tahu juga berapa besar iuran setiap bulannya seperti Iuran keamanan, iuran sampah, dan lain sebagainya. Periksa dengan cermat, agar tahu pasti apakah sesuai dengan kemampuan dan bisa menguntungkanmu.

Jika dirasa harga properti dan biaya perawatan setiap bulannya bisa kamu tangani dan menguntungkan, kamu bisa melanjutkan proses tawar-menawar dengan penjual.

5. Tawar dengan Harga yang Masuk Akal
Hal ini tidak hanya penting untuk kantong kamu, tapi juga penting untuk memberi kesan baik kepada penjual. Jika kamu menawar dengan harga yang terlalu rendah dan tidak masuk akal, penjual bisa saja tersinggung. Lebih parahnya lagi, penjual bisa kehilangan minat dan tidak memilihmu sebagai calon pembeli potensial.

Jangan sampai mau dapat rumah incaran dengan harga murah, malah jadi diabaikan oleh penjual. Akhirnya malah calon pembeli yang rugi karena tidak bisa mendapatkan properti yang sudah diincarnya.

Contoh menawar harga yang rasional, misalnya harga rumah yang ditawarkan adalah Rp 1 miliar. Kamu sudah survei dan harga itu sesuai harga pasar. Tawar di bawahnya, misalnya Rp 700-800 juta. Siapa tau penjual akan menurunkan harga lagi. Jangan sampai menawar setengah harga, karena itu sangat tidak masuk akal.

6. Tidak Mudah Terpengaruh
Yang namanya penjual, apapun produk yang ditawarkannya, pasti ingin mempengaruhi calon pembeli untuk lebih tertarik dengan produknya dan segera melakukan transaksi. Sama halnya dengan penjual properti. Penjual properti juga ingin segera mendapat keuntungan dari properti yang dijualnya.

Sangat disarankan agar pembeli menunggu selama 3-4 hari setelah kontak pertama dengan penjual. Dengan cara ini, kamu tidak akan terlihat terlalu menginginkan properti tersebut. Sehingga kemungkinan untuk terjadi persetujuan yang merugikan dapat dihindari.

Selain itu, kamu juga punya waktu yang cukup untuk berpikir secara logis dan rasional. Sehingga tidak akan mengalami pembelian properti yang terlalu mahal.

7. Siap-siap untuk Berkompromi
Dalam tips negosiasi properti, kedua pihak baik penjual maupun pembeli hampir pasti harus berkompromi. Orang bilang, tak ada negosiasi tanpa kompromi. Tetapi, sebagai pembeli usahakan tetap bisa mengendalikan kompromi agar bisa menang deal. Apa yang harus dikompromikan?

Misalnya saja, ketika kamu dan penjual sudah sepakat masalah harga, kamu bisa kompromikan cara membayarnya. Bisa dicicil atau tidak, tanggal paling lambat pembayaran, tenggat waktu pembayaran, dan lain sebagainya. Diskusikan dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Sebagai pembeli pun kita harus fleksibel. Contohnya saat pembeli meminta waktu, 1 bulan misalnya, sebelum kamu bisa menempati properti yang kamu incar. Sebaiknya kita memberikan waktu, selama itu masih wajar. Sama-sama untung, hubungan baik pun tetap terjaga. Transaksi jadi menyenangkan, bukan?

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *